Senin, 08 Juni 2009

Hubungan Waktu Erupsi Gigi Sulung Dengan Karies Gigi Pada Anak Balita

Karies gigi merupakan penyakit jaringan keras gigi yang disebabkan oleh beberapa faktor yang saling berhubungan yaitu saliva, mikroorganisme, substrat dan waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan waktu erupsi gigi sulung dengan karies gigi. Untuk ini telah diambil secara cross sectional sejumlah 410 anak balita umur 6 - 48 bulan, peserta Posyandu di Kecamatan Neglasari Kota Tangerang sebagai subyek penelitian. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa 60 % subyek tidak mempunyai karies gigi terutama pada anak dibawah 2 tahun (50 % ) Rata-rata karies (def -t) usia 2 - 3 tahun adalah 3.89 gigi per anak ( SD 3.95 ) dan anak usia 3 - 4 tahun 5.15 gigi per anak (SD 4.03). Pada umumnya gigi tumbuh dalam batas yang normal (40 - 80 %) yaitu berkisar antara Mean ± 1 SD. Gigi yang lambat erupsi Mean + > 1 SD pada rahang bawah sejumlah 0.2 --1,2 % sedangkan pada rahang atas sejumlah 0.2 - 3.2 %. Untuk gigi yang lebih cepat erupsi - > 1 SD . maka pada rahang bawah terdapat 0,2 - 1 % dan rahang atas 0,2 - 1.2 %. Dalam penelitian ini, pada rahang atas maupun rahang bawah. waktu erupsi yang cepat, lambat dan normal berdasarkan uji statistik Anova ternyata tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan karies gigi ( p > 0,005 ). Hal ini serupa terjadi dengan jenis kelamin dan konsumsi makanan karsinogenik (p > 0,005). Sedangkan uji statistik linier menunjukkan hubungan yang bermakna antara karies dengan umur (p = 0.000. r =0.329 ) dan antara karies gigi dengan plak ( p = 0.002 ).

Deskripsi Alternatif :

Karies gigi merupakan penyakit jaringan keras gigi yang disebabkan oleh beberapa faktor yang saling berhubungan yaitu saliva, mikroorganisme, substrat dan waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan waktu erupsi gigi sulung dengan karies gigi. Untuk ini telah diambil secara cross sectional sejumlah 410 anak balita umur 6 - 48 bulan, peserta Posyandu di Kecamatan Neglasari Kota Tangerang sebagai subyek penelitian. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa 60 % subyek tidak mempunyai karies gigi terutama pada anak dibawah 2 tahun (50 % ) Rata-rata karies (def -t) usia 2 - 3 tahun adalah 3.89 gigi per anak ( SD 3.95 ) dan anak usia 3 - 4 tahun 5.15 gigi per anak (SD 4.03). Pada umumnya gigi tumbuh dalam batas yang normal (40 - 80 %) yaitu berkisar antara Mean ± 1 SD. Gigi yang lambat erupsi Mean + > 1 SD pada rahang bawah sejumlah 0.2 --1,2 % sedangkan pada rahang atas sejumlah 0.2 - 3.2 %. Untuk gigi yang lebih cepat erupsi - > 1 SD . maka pada rahang bawah terdapat 0,2 - 1 % dan rahang atas 0,2 - 1.2 %. Dalam penelitian ini, pada rahang atas maupun rahang bawah. waktu erupsi yang cepat, lambat dan normal berdasarkan uji statistik Anova ternyata tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan karies gigi ( p > 0,005 ). Hal ini serupa terjadi dengan jenis kelamin dan konsumsi makanan karsinogenik (p > 0,005). Sedangkan uji statistik linier menunjukkan hubungan yang bermakna antara karies dengan umur (p = 0.000. r =0.329 ) dan antara karies gigi dengan plak ( p = 0.002 ).

Selasa, 19 Mei 2009

gigi wanita dan sex??

Tertawalah karena tertawa itu sehat. Senyumlah, karena senyum itu membuat Anda jauh lebih menarik, selain itu ternyata tertawa dan senyum memiliki pesan tertentu bagi lawan jenis. Konon, kualitas seks kaum hawa ini dapat terbaca dari bentuk gigi yang nampak saat Anda tertawa maupun senyum.

Dalam sebuah buku jawa kuno bertajuk Bethaljemur Addamakna mengungkap kualitas seks yang dimiliki wanita dilihat dari bentuk giginya. Jadi jika Anda seorang wanita yang suka tertawa, Anda perlu hati-hati karena orang di hadapan Anda bisa jadi sedang membaca rahasia Anda.

Buku tersebut juga menguak kaitan senyum bentuk gigi seorang wanita dengan rahasia kualitas seksual yang dimilikinya.

Gigi tampak jarang dan kecil
Wanita yang memiliki gigi kecil dan jarang-jarang ini biasanya memiliki perangai yang sangat buruk. Wanita ini paling suka menilai orang lain tapi ia tidak mau dirinya dinilai oleh orang lain. Buruknya lagi, wanita ini tidak pernah mau kalah di hadapan suaminya. Kualitas seks yang dimiliki wanita ini juga cenderung biasa-biasa saja, bahkan cenderung pasrah jika diajak berhubungan oleh pasangannya.
[komentar: hmmm...biasa2 saja..tidak menarik...]

Gigi tampak sedang dan rata
Wanita bergigi seperti biasanya memiliki sifat yang baik hati dan suka menolong. Bahkan kebiasaannya selalu berusaha untuk membahagiakan pasangannya. Yang mengasyikkan lagi, wanita bergigi seperti ini, pandai bermain di atas ranjang. Bahkan kemampuannya patut diperhitungkan karena mampu main berjam-jam di ranjang. Tinggal bagaimana sang laki-laki mengimbangi permainan wanita bergigi rata ini.
[komentar: hmmm...berjam-jam yaa?? dengkul bisa keropos doonkk...xi xi xi...]

Gigi tampak besar dan jarang-jarang
Tipe wanita seperti ini biasanya suka memfitnah dan selalu iri hati terhadap keberhasilan orang lain. Bahkan, kalau keinginannya tidak dituruti, ia sering kali marah-marah dan melakukan apa saja agar kemauannya itu terpenuhi.

Pria yang yang mendapat istri bertipe seperti ini hendaknya berhati-hati, setidaknya harus sabar menyikapi segala kelakuannya. Apalagi menghadapi sifat manja yang dibuat-buat akan membuat kita semakin kesal. Sehingga kalau ada pria yang mendapat wanita bertipe gigi seperti ini, hendaknya mampu membimbing dan harus extra sabar menghadapi segala perbuatannya. Dalam permainan di ranjang tipe wanita seperti ini tak pernah mau mengalah pada pasangannya dan terbilang sangat agresif.
[komentar: hmmm...agresip?? hmmm...]

Gigi tampak maju ke depan
Tipe wanita ini macam-macam, kalau giginya kecil ia biasanya masih bisa ditoleransi, artinya tidak terlalu memeras suami. Namun, jika bentuk giginya besar-besar, laki-laki yang mendapat cinta dari wanita ini harus siap menerima segala caci maki yang kadang-kadang tidak mendasar. Wanita dengan bentuk gigi seperti ini biasanya mudah mengeluh dan tidak pernah menerima a! pa yang telah didapatkan. Tapi dalam urusan ranjang, wanita bertipe gigi seperti ini termasuk golongan wanita yang agresif.
[komentar: hmmm...agresip juga...tapi siap dicaci maki?? berarti pake S&M donk...xi xi xi...]

Gigi gingsul
Jika wanita ini memiliki gingsulnya tepat pada pinggir gigi, tentu menambah kecantikan si wanita tersebut. Namun jika sebaliknya, gingsul bertempat di depan, maka akan mengganggu wajah si pemilik gigi tersebut. Tapi pada dasarnya wanita yang memiliki gigi gingsul ini enak diajak bicara. Pengetahuannya luas walaupun sikapnya agak kekanak-kanakan. Dalam urusan seks, wanita ini sangat pintar membahagiakan pasangannya. Wanita bertipe gigi seperti ini sangat mengetahui apa yang diinginkan oleh pasangannya.
[komentar: hmmm...tahu keinginan pasangan ya?? kira2 tahu ga kalo pasangannya pengen nikah lagi?? hihihih...]

Gigi tampak masuk ke dalam
Biasanya wanita yang memiliki gigi seperti ini, sangat pendiam. Mungkin lebih pas dikatakan pemalu. Sikapnya yang malu dan kurang terbuka, membuat banyak kaum pria keranjingan untuk membuka sifat dasarnya. Kalau ia berparas cantik, banyak pria yang akan berlomba mendapatkan gadis bergigi masuk ke dalam ini. Sayangnya dalam hal seks wanita bertipe gigi seperti ini agak pasif. Sehingga si pria harus pintar merangsang agar wanita ini menjadi aktif.
[komentar: hmmm...prigid euy...]

Gigi kecil dan rancak
Umumnya wanita bergigi kecil memiliki wajah imut-imut. Orang mengatakan baby face, artinya tampak muda terus walaupun usianya menginjak 40 lebih. Sifat wanita ini menyenangkan, dia bisa memberikan perhatian penuh terhadap pasangannya. Suka menolong dan baik bertutur kata. Jadi berbahagialah bagi pria yang mendapatkan wanita bergigi kecil dan rancak ini. Sebab hari-harinya selalu dipenuhi oleh keindahan. Apalagi jika diatas ranjang, wanita ini selalu dapat mengimbangi keinginan pasangannya.
[komentar: hmmm...wah, kalo ini si ce yg bisa mengimbangi...hebat..hebat...]

Minggu, 26 April 2009

Radang Gusi

Gingivitis (radang gusi)
DEFINISI
Gingivitis adalah peradangan pada gusi (gingiva).

Gingivitis sering terjadi dan bisa timbul kapan saja setelah tumbuhnya gigi.

Gingivitis

PENYEBAB
Gingivitis hampir selalu terjadi akibat penggosokan dan flosing (membersihkan gigi dengan menggunakan benang gigi) yang tidak benar, sehingga plak tetap ada di sepanjang garis gusi.
Plak merupakan suatu lapisan yang terutama terdiri dari bakteri. Plak lebih sering menempel pada tambalan yang salah atau di sekitar gigi yang terletak bersebelahan dengan gigi palsu yang jarang dibersihkan.

Jika plak tetap melekat pada gigi selama lebih dari 72 jam, maka akan mengeras dan membentuk karang gigi (kalkulusflosing (benang gigi).
Plak merupakan penyebab utama dari gingivitis.

Faktor lainnya yang akan semakin memperburuk peradangan adalah:
- kehamilan
- pubertas
- pil KB.

Obat-obat tertentu bisa menyebabkan pertumbuhan gusi yang berlebihan sehingga plak sulit dibersihkan dan terjadilah gingivitis.
Obat-obatan tersebut adalah:
- fenitoin (obat anti kejang)
- siklosporin (diminum oleh penderita yang menjalani pencangkokan organ)
- calcium channel blockers (misalnya nifedipin, obat untuk mengendalikan tekanan darah dan kelainan irama jantung)
- pil atau suntikan KB.

Kekurangan vitamin C bisa menyebabkan gingivitis, dimana gusi meradang dan mudah berdarah.
Kekurangan niasin ( pellagra) juga bisa menyebabkan peradangan dan perdarahan gusi, serta mempermudah terjadinya infeksi mulut.

Pada kehamilan, gingivitis bisa semakin memburuk. Hal ini terutama disebabkan oleh perubahan hormonal.
Keadaan ini didukung oleh kurangnya menjaga kebersihan mulut karena wanita hamil sering merasa mual di pagi hari.
Selama kehamilan, iritasi ringan (yang paling sering adalah pembentukan karang gigi) bisa menyebabkan pertumbuhan berlebih dari jaringan gusi yang menyerupai benjolan. Keadaan ini disebut tumor kehamilan. Jika terluka atau pada saat makan, jaringan gusi yang membengkak ini mudah mengalami perdarahan.

Gingivitis deskuamativa merupakan suatu keadaan yang paling sering ditemukan pada wanita pasca menopause.
Lapisan gusi yang paling luar terpisah dari jaringan dibawahnya. Gusi menjadi sangat longgar sehingga lapisan terluarnya bisa digerakkan dengan kapas lidi.

Pada perikoronitis, yang membengkak adalah gusi pada sebuah gigi yang belum keluar seluruhnya. Cairan, potongan makanan dan bakteri bisa terperangkap di dalam bagian gusi yang menutupi gigi ini.
Bisa terjadi infeksi, yang selanjutnya bisa menyebar ke tenggorokan atau pipi.

Gingivitis

GEJALA
Pada gingivitis simplek, gusi tampak merah, bukan pink. Gusi membengkak dan mudah digerakkan.
Jika penderita menggosok gigi atau makan, gusi seringkali berdarah.
Jika gingivitisnya berat, maka pada saat bangun pagi bantal akan dipenuhi oleh bercak darah, terutama jika pada saat tidur penderita bernafas melalui mulutnya.

Pembengkakan gusi

Gingivostomatitis herpetik akut merupakan infeksi virus pada gusi dan bagian mulut lainnya, yang menimbulkan nyeri.
Gusi tampak berwarna merah terang dan terdapat banyak luka terbuka yang berwarna putih atau kuning di dalam mulut.

Gingivitis pada leukemia merupakan tanda awal dari leukemia pada sekitar 25% penderita anak-anak.
Penyusupan (infiltrasi) sel-sel leukemia ke dalam gusi menyebabkan gingivitis dan berkurangnya kemampuan untuk melawan infeksi akan semakin memperburuk keadaan ini. Gusi tampak merah dan mudah berdarah.
Perdarahan seringkali berlanjut sampai beberapa menit atau lebih karena pada penderita leukemia, darah tidak membeku secara norma.

Gingivitis

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
Gusi yang meradang tampak merah, membengkak dan mudah berdarah.

PENGOBATAN
Kondisi medis yang menyebabkan atau memperburuk gingivitis harus diatasi.
Jika penyebabnya adalah obat-obatan, maka pertumbuhan gusi yang berlebihan harus diangkat melalui pembedahan.

Jika terjadi kekurangan vitamin C dan niasin, maka diberikan tambahan vitamin.

Gingivostomatitis herpetik akut biasanya membaik tanpa pengobatan dalam waktu 2 minggu.
Bisa diberikan obat kumur anestetik untuk mengurangi rasa tidak nyaman ketika penderita makan dan minum.

Tumor kehamilan diangkat melalui pembedahan, Tetapi tumor ini cenderung tumbuh kembali selama kehamilan masih berlangsung.

Pada gingivitis deskuamativa diberikan terapi sulih hormon.
Pilihan pengobatan lainnya adalah tablet kortikosteroid atau salep kortikosteroid yang dioleskan langsung ke gusi.

Untuk mencegah terjadinya perdarahan pada leukemia, sebaiknya penderita membersihkan giginya tidak dengan sikat gigi, tetapi menggunakan bantalan atau busa.
Obat kumur klorheksidin bisa diberikan untuk mengendalikan plak dan mencegah infeksi mulut.

Pada perikoronitis, sisa makanan dan bakteri dibawah lipatan gusi dibersihkan oleh dokter gigi.
Jika rontgen menunjukkan bahwa gigi geraham bawah tidak mungkin tumbuh secara sempurna, maka gigi geraham atas dicabut dan diberikan antibiotik selama beberapa hari sebelum gigi geraham bawah juga dicabut.

PENCEGAHAN
Kondisi medis yang menyebabkan atau memperburuk gingivitis harus diatasi.
Jika penyebabnya adalah obat-obatan, maka pertumbuhan gusi yang berlebihan harus diangkat melalui pembedahan.

Jika terjadi kekurangan vitamin C dan niasin, maka diberikan tambahan vitamin.

Gingivostomatitis herpetik akut biasanya membaik tanpa pengobatan dalam waktu 2 minggu.
Bisa diberikan obat kumur anestetik untuk mengurangi rasa tidak nyaman ketika penderita makan dan minum.

Tumor kehamilan diangkat melalui pembedahan, Tetapi tumor ini cenderung tumbuh kembali selama kehamilan masih berlangsung.

Pada gingivitis deskuamativa diberikan terapi sulih hormon.
Pilihan pengobatan lainnya adalah tablet kortikosteroid atau salep kortikosteroid yang dioleskan langsung ke gusi.

Untuk mencegah terjadinya perdarahan pada leukemia, sebaiknya penderita membersihkan giginya tidak dengan sikat gigi, tetapi menggunakan bantalan atau busa.
Obat kumur klorheksidin bisa diberikan untuk mengendalikan plak dan mencegah infeksi mulut.

Pada perikoronitis, sisa makanan dan bakteri dibawah lipatan gusi dibersihkan oleh dokter gigi.
Jika rontgen menunjukkan bahwa gigi geraham bawah tidak mungkin tumbuh secara sempurna, maka gigi geraham atas dicabut dan diberikan antibiotik selama beberapa hari sebelum gigi geraham bawah juga dicabut.